SIMULASI IMS (IP MULTIMEDIA SUBSYSTEM) DI OPNET MODELER 14.5

October 18, 2011 22 comments

A. Teori

  1. Pengertian

Jaringan IMS (IP Multimedia Subsystem) merupakan jaringan yang muncul dengan diawali kehadiran teknologi softswitch yang merupakan awal dari konsep jaringan NGN. Prinsip dasar jaringan IMS adalah mengintegrasikan antara teknologi wireless dan wireline dengan berbagai layanan yang dapat ditanganinya, diantaranya layanan voice dan berbagai macam layanan data. Prinsip dari teknologi ini yaitu mengatur session yang muncul untuk setiap layanan.

Arsitektur layanan IMS adalah arsitektur yang mendukung jangkauan yang luas yang dimungkinkan dengan fleksibilitas protokol SIP yang digunakan pada jaringan ini. Arsitektur IMS dapat mendukung multiple application servers menyediakan layanan telepon tradisional (POTS/PSTN) dan layanan non telephony seperti halnya instant messaging, push to talk, multimedia messaging, video streaming, dan lainnya.

Pada dasarnya, jaringan IMS merupakan lapisan jaringan untuk jaringan packet switched dan circuit switched existing , yang memiliki kemampuan diantaranya :

  1. Support untuk multimedia interaktif berbasiskan IP dengan dukungan Quality of Service (QoS)
  2. Pensinyalan atau signalling-nya berdasarkan pada protokol dari IETF (Internet Engineering Task Force), seperti : Session Initiation Protocol (SIP).
  3. Bisa berupa core, atau access
  4. Dapat berintegrasi dengan Public Switch Telephone Network (PSTN), Public Land Mobile Network (PLMN), dan jaringan data.

 

Teknologi IMS diperkenalkan oleh organisasi 3GPP ( Third Generation Partnership Project) untuk jaringan wireless dan mobile. 3GPP mendefinisikan referensi arsitektur dan spesifikasi protokol untuk jaringan IMS ini. Jaringan IMS dibangun selain mendukung fitur utamanya, juga dimungkinkan pengembangan aplikasi third party melalui Session Initiation Protocol (SIP).

Spesifikasi pada jaringan IMS dalam dunia telekomunikasi secara konseptual ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan user, dengan spesifikasi sebagai berikut :

  1. Mengintegrasikan layanan komunikasi multimedia secara real time maupun non real time
  2. Memiliki kemampuan untuk melayani dan berinteraksi dengan layanan dan aplikasi yang beragam.
  3. Memiliki kemudahan dalam melakukan setup multi layanan dalam satu session tunggal atau multisession secara bersamaan.

 

  1. Arsitektur Jaringan IMS

Tiga lapisan dalam arsitektur jaringan IMS , yaitu :

• Lapisan Transport dan Endpoint

Berfungsi untuk menginisiasi dan mengakhiri pensinyalan SIP untuk membangun session dan menyediakan layanan bearer seperti mengkonversi voice dari format analog atau digital menjadi paket IP menggunakan Realtime Transport Protocol (RTP). Pada layer ini disediakan media gateway untuk mengkonversi VoIP bearer stream menjadi format TDM PSTN.

• Lapisan Session Control

Pada lapisan session control ini terdapat Call Session Control Function (CSCF) yang menyediakan registrasi dari endpoint dan proses routing dari pesan pensinyalan SIP menuju application server yang dituju. Interworking antara CSCF dengan lapisan transport dan endpoint dimaksudkan untuk menjamin QoS semua layanan yang melaluinya. Dalam lapisan ini termasuk juga informasi registrasi end user yang sedang melakukan komunikasi (contohnya IP address), informasi roaming, layanan telephony (contohnya informasi call forwarding), informasi layanan instant messaging, dan pilihan voice mail. Lapisan session control termasuk juga Media Gateway Control Function (MGCF), yang bekerjasama antara SIP signalling dengan signalling yang digunakan oleh media gateway (seperti H.248). MGCF mengatur distribusi dari session melalui multiple media gateways. Sedangkan Media Server Function Control (MSFC) menyediakan fungsi yang sama untuk media server.

• Layer Application Server

Dalam lapisan ini terdapat application server, yang menyediakan layanan end user logic. Pada arsitektur IMS dan pensinyalan SIP memiliki kemampuan yang cukup fleksibel untuk mendukung berbagai macam variasi dari application servers untuk komunikasi antara layanan telephony dan non telephony.

Gambar Arsitektur IP Multimedia Subsystem

Pada intinya elemen utama IMS adalah HSS dan CSCF (Call Session Control Function) dengan dukungan elemen-elemen pendukung lainnya. Berikut ini  elemen-elemen  pembentuk IMS diantaranya : Read more…

Buku Pelajaran Gratis SD, SMP, SMA dan SMK

June 16, 2011 4 comments

Ni untuk saudara saudara yang mau dapetin buku gratis…
Khususnya bagi yang g punya uang untuk beli buku..

biar harga sandang, pangan, papan mahal.. tapi belajar g boleh berhenti…

muliakan hidup ini dengan ilmu….

 

ni dapet link dari pak Onno

silahkan kalau mau download,.. klik gambar berikut

 

 

 

 

 

Asal-usul nama suku Jawa

May 31, 2011 9 comments

Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari orangtuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yg diharapkan. Contohnya :
Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.
Pandai membaiki mobil, diberi nama Karman.
Pandai main golf, Parman.
Pandai dalam korespondensi, Suratman.
Gagah perkasa, Suparman.
Kuat dalam berjalan, Wakiman.
Berani bertanya, Asman.
Ahli membuat kue, Paiman.
Pandai berdagang, Saliman.
Pandai melukis, Saniman.
Agar jadi orang kaya, Sugiman.
Agar besar nanti pandai cari muka, Yasman.
Suka begituan, Pakman. Read more…

Categories: Uncategorized Tags: , , ,

Perjalanan Para Pencari Tower

May 30, 2011 11 comments

Cerita kali ini tentang beberapa mahasiswa yang mulai menitih karir menjadi seorang calon engineer (*ngeri banget cah bahasanya, udah kayak penulis beneran aja…wkwkwkwkwk)

Tepatnya ini adalah sebuah petualangan di daerah jawa barat : Kab/Kota Cimahi, Lembang, Kab. Bandung Barat dan Cianjur

Hanya bermodalkan peta alhamdulillah sampai jalan tikus pun kita tahu daerah tersebut, hanya dalam waktu yang sekejap kurang lebih satu bulan…. 😀

“Tower oh tower dimanakah engkau berada”, tiap hari berangkat ketika matahari mulai nongol ,pulang ketika matahari dah gak mau ngasih cahaya ke kita.. Read more…

Kalau Mau Meeting Jarak Jauh

heheheheheee,.. Bosen ngerjain TA ni, iseng iseng dulu ah..

ni temen temen semua kalau pengen conference, presentasi,coret-coret di slide presentai, sharing desktop dan ada papan tulisnya juga lho..

semua dinikmati di website, g usah nginstal macem macem di sisi client,… client tinggal ngakses alamat IP server, udah tinggal “njagong” d situ…

bisa d akses lewat PC and HP yang penting ada flashplayernya,.. ok mas bro

so buat kalian yang pengen nikmatin aplikasi ini check it out..:D

0. sistem opensource

@ memakai ubuntu 10.04

Read more…

Simulasi VLAN di Opnet Modeler 14.5

January 8, 2011 5 comments

1.       Pengertian

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel  dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa  bergantung pada lokasi workstation VLAN memberikan kemudahan, fleksibilitas, serta sedikitnya biaya yang dikeluarkan untuk membangunnya. VLAN membuat jaringan yang besar lebih mudah untuk diatur manajemennya karena VLAN mampu untuk melakukan konfigurasi secara terpusat terhadap peralatan yang ada pada lokasi yang terpisah. Dengan kemampuan VLAN untuk melakukan konfigurasi secara terpusat, maka sangat menguntungkan bagi pengembangan manajemen jaringan.

Dengan keunggulan yang diberikan oleh VLAN maka ada baiknya bagi setiap pengguna LAN untuk mulai beralih ke VLAN. VLAN yang merupakan pengembangan dari teknologi LAN ini tidak terlalu banyak melakukan perubahan, tetapi telah dapat memberikan berbagai tambahan pelayanan pada teknologi jaringan.

 

2.       Cara Kerja VLAN

VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalam suatu database (tabel), jika  penandaannya berdasarkan  port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan  switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge inilah yang bertanggung jawab  penyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.

Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi  mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

 

3.       Macam – macam VLAN

Keanggotaan dalam suatu VLAN dapat di klasifikasikan berdasarkan port yang di gunakan , MAC address, tipe protokol.

a.        Berdasarkan Port

Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh

VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2, Read more…

Categories: Uncategorized Tags: , , , ,

IPv6

January 3, 2011 Leave a comment

Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

PENDAHULUAN

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.

Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373. Read more…

Categories: Uncategorized Tags: , ,